Apa Penyebab Angin Duduk

Angin duduk yang dikenal oleh masyarakat bukanlah penyakit yang sama dengan masuk angin biasa. Secara medis, angin duduk benar-benar berbeda dengan masuk angin.

Angin duduk yang sebenarnya adalah sebuah bentuk penyakit jantung yang disebut dengan Angina Pectoris. Angina Pectoris berasal dari bahasa Latin yang berarti ‘dada yang ditekan’, yang ditandai dengan ketidaknyamanan di daerah dada yang terjadi ketika suplai oksigen darah ke area jantung berkurang yang mengakibatkan jantung mengalami malnutrisi. Rasa nyeri dapat berlangsung kurang lebi 5 hingga 10 menit dan rasanya seperti ditekan.

Gejala Angin Duduk

Secara umum jantung mengalami kegagalan fungsi karena berkurangnya oksigen. Hal tersebut disebabkan karena dua hal, yaitu :

  1. Adanya penyempitan pembuluh jantung atau arteri koroner yang menyebabkan suplai darah menjadi berkurang ke sel-sel jantung.
  2. Adanya lonjakan pemakaian oksigen yang besar pada jantung akibat ativitas yang berlebihan secara tiba-tiba. Aktivitas tersebut antara lain pada saat berolahraga tanpa pemanasan terlebih dahulu, mendaki gunung dan berada di iklim yang tiba-tiba dingin atau memelihara perasaan stress.

Gejala yang terjadi adalah munculnya keluhan nyeri di tengah dada, seperti:

  • Rasa ditekan
  • Rasa diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan, serta ulu hati.
  • Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin.

Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu,serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag.

angin duduk

Penyebab Angin Duduk

Sumber masalah sesungguhnya adalah terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi).

Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :

  1. Adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.
  2. sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus).
  3. Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus.
  4. Infeksi pada pembuluh darah. Penyempitan itu, lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>